BUDIDAYA IKAN BAUNG PDF

Cara Budidaya Ikan Baung Pemilihan Lokasi Budidaya Lokasi untuk membuat kolam budidaya ikan baung ini sebaiknya memiliki tanah yang berstruktur kuat, dapat menahan air, subur, tidak berbatu dan memiliki sumber kolam air sepanjang tahun dan juga bebas dari pencemaran. Kontruksi Kolam Budidaya Budidaya ikan baung dapat dilakukan di kolam tembok atau kolam tanah. Kolam dibuat persegi panjang, bentuk pematang trapesium dengan kemiringan 1 : 1 dan tinggi pematang dibuat sekitar 1,5 hingga 2 meter. Pada bagian atas pematang ditanami tumbuhan air guna menghindari erosi.

Author:Kagara Akinotaxe
Country:Dominican Republic
Language:English (Spanish)
Genre:Business
Published (Last):11 April 2019
Pages:394
PDF File Size:11.23 Mb
ePub File Size:17.69 Mb
ISBN:408-5-76698-271-8
Downloads:71524
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Akinozahn



Ikan baung merupakan salah satu jenis ikan yang banyak peminat untuk di konsumsi. Ikan baung memiliki bentuk yang menyerupai ikan lele namun memiliki permukaan sisik yang halus dan juga tubuh yang ramping jika dibandingkan dengan ikan lele. Ikan baung memiliki habitat asli di sungai dan juga lebih dikenal oleh masyarakat kita sebagai ikan duri.

Ikan ini memiliki rasa yang gurih serta tekstur daing yang lembut, maka tidak salah jika kemudian ikan baung menjadi salah satu jenis ikan favorit yang pastinya memiliki nilai ekonomis yang tinggi seperti juga yang dilakukan pada cara budidaya ikan air tawar kolam terpal. Sebab di pasaran sendiri ikan baung memiliki harga yang relatif tinggi dan stabil.

Selain memiliki rasa yang nikmat ikan baung juga memiliki manfaat yang beragam bagi kesehatan. Karenanya tidak heran jika banyak kalangan yang mulai membudidayakanya. Pembuatan Kolam Terpal Tahap awal dalam budidaya ikan baung adalah membuat kolam terpal. Kolam dibuat dengan bentuk persegi panjang dengan ketinggian 1. Sedangkan untuk panjang dan lebarnya dapat disesuaikan dengan luas lahan yang dimiliki.

Sebelum digunakan sebaiknya kolam di keringkan terlebih dahulu, lalu kemudian diberikan taburan kapur untuk menghilangkan asam pada dasar permukaan kolam.

Fungsinya adalah agar mematikan hewan atau juga pemangsa yang berbahaya bagi ikan baung. Pastikan bahwa kondisi kolam tidak asam. Pemilihan Bibit Ikan Baung Salah satu hal yang amat penting dalam melakukan budidaya ikan adalah tentu pemilihan bibit ikan baung yang harus berkualitas. Oleh sebab itu maka dibutuhkan pengetahuan agar anda dapat mendapatkan bibit ikan yang baik dan berkualitas sebagimana Cara budidaya ikan aquaponik juga bisa Anda cek di sini.

Hal pertama adalah : Pastikan anda memilih bibit dari indukan yang berkualitas. Bibit yang dipilih memiliki ukuran yang seragam. Serta juga memiliki pergerakan yang aktif.

Bibit memiliki berat gram. Perhatikan pada saat membawa bibit pastikan bibit ikan dibawa dengan aman dan juga tercukupi oksigennya. Pada saat akan di masukkan kedalam kolam pembesaran sebaiknya ikan dikeluarkan dari plastik untuk dimasukkan kedalam wadah bak yang telah diisi air kolam agar bibit ikan dapat beradaptasi. Menebarkan Bibit kedalam Kolam Tahapan selanjutnya yang harus dilakukan adalah menebarkan bibit ke kolam. Waktu penebaran bibit ke kolam sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari.

Hal ini untuk membantu ikan baung dapat beradaptasi serta tidak langsung terkena teriknya sinar matahari. Jika siang hari, air kolam akan mengalami peningkatan suhu sehingga airnya menjadi panas dan dapat berbahaya bagi ikan.

Selanjutnya penebaran bibit dapat dilakukan setelah air kolam didiamkan selama 1 bulan. Kedalaman air dalam kolam berkisar antara cm. Jangan terlalu padat sebab akan menyebabkan ikan saling berhimpitan dan dapat menyebabkan kekurangan oksigen sehingga berdampak kematian ikan.

Sebab air kolam yang jelek dan tercemar akan berdampak pada terganggunya pertumbuhan serta perkembangan ikan baung. Karenanya secara rutin selalu lakukan pengecekan pada air kolam. Jika air pada kolam terpal sudah terlalu keruh maka sebaiknya dilakukan pergantian air. Pemberian Pakan yang Proporsional Pakan merupakan hal yang penting dan tak dapat diabaikan sebab bagi ikan yang di budidayakan maka ketersediaan pakan yang cukup menjadi hal yang mutlak.

Frekuensi pemberian pakan dilakukan sebanyak 3 kali dalam sehari. Waktu pemberian pakan adalah saat pagi, sore dan malam hari. Untuk komposisi pakan yang diberikan disesuaikan dengan umur ikan baung. Semakin besar tentu kebutuhan pakan akan semakin tinggi. Pakan yang diberikan harus mengandung nutrisi tinggi berupa protein, kabohidrat dan lemak. Jenis pakan yang biasa dipakai adalah pellet ikan jenis SP. Akan tetapi dapat juga ditambahkan pakan tambahan seperti dedak, ikan asin, dan jagung yang digiling dan kemudian di campur menjadi satu lalu kemudian diberikan secara bergantian dengan pellet ikan.

Pengendalian Hama dan Penyakit Salah satu faktor yang menghambat dan dapat menyebabkan kegagalan dalam budidaya. Begitu juga dengan budidaya ikan baung yang sangat rentan terserang hama dan penyakit.

Karenanya hal yang perlu dilakukan adalah selalu mengecek kondisi kolam setiap hari. Agar tidak ada hewan liar yang mendatangi dan memangsa ikan di kolam. Jaga juga kualitas air kolam agar ikan tidak terserang penyakit.

BURNING OBSESSION CAROLE MORTIMER PDF

Panduan Lengkap Cara Budidaya Ikan Baung di Kolam Tanah dan Kolam Tembok Bagi Pemula

V Selain digolongkan melalui klasifikasi, setiap mahluk bisa dibedakan dari tanda-tanda bagian tubuhnya, atau lebih dikenal dengan istilah morfologi. Baung mempunyai bentuk badan memanjang, dengan perbandingan antara panjang badan dan tinggi badan 4 : 1. Baung juga berbadan bulat dengan perbandinga tinggi badan dan lebar badan 1 : 1. Keadaan itu bisa dibilang badan baung itu bulat. Punggungnya tinggi pada awal, kemudian merendah sampai di bagian ekor. Ikan ini banyak hidup di air tawar.

LA REINA DE SABA TESSA KORBER PDF

Budidaya Ikan Baung Di Kolam Terpal – Panduan Lengkap Beserta Tips Dan Triknya

Ciri-ciri induk baung jantan dan betina : Induk baung betina : tubuh lebih pendek, mempunyai dua buah lubang kelamin уаng bentuknya bulat. Induk baung jantan : tubuh lebih panjang, mempunyai satu buah lubang kelamin уаng bentuknya panjang. Inilah pendapat para ahli tеntаng siklus hidup ikan gurami. Masa kematangan jantan dan betina ikan baung berbeda. Mеnurut Woynarovich dan Hovarth , sifat adhesif pada telur disebabkan оlеh adanya lapisan glukoprotein.

Related Articles