MAFAHIM HIZBUT-TAHRIR PDF

Significance[ edit ] Unlike many other countries, the United Kingdom does not ban Hizb ut-Tahrir, making the country "vital" [25] and "nerve center" [26] [27] [28] for the global HT movement, according to some ex-member Ed Husain and Centre for Social Cohesion. The UK gives HT "access to the global media", provides a "fertile recruiting ground at mosques and universities" [25] and a location for the production of its leaflets and books for global distribution. Abdul Qadeem Zallum , HT global leader from to , writes The Muslims should indeed harbour hatred for the British and a yearning for revenge over them… [33] Organization and membership[ edit ] Abdul Wahid was the leader of HT Britain, chairman of its executive committee as of mid

Author:Grozil Tuzuru
Country:Saudi Arabia
Language:English (Spanish)
Genre:Love
Published (Last):11 February 2016
Pages:120
PDF File Size:11.60 Mb
ePub File Size:11.93 Mb
ISBN:814-6-56177-294-7
Downloads:93669
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Samukus



Pengantar Sesuai judulnya, kitab Mafahim Hizbut Tahrir selanjutnya disingkat Mafahim ini bermaksud mengenalkan dan menjelaskan berbagai pemahaman mafahim keislaman yang diadopsi Hizbut Tahrir HT.

Namun sebagian besar pemahaman tersebut hanyalah garis-garis besar saja. Perinciannya dijelaskan dalam kitab-kitab HT lainnya. Konsep Darul Islam dan Darul Kufur umpamanya, hanya dijelaskan sekilas dalam 8 baris saja Mafahim, , hal. Kitab Mafahim ini pada dasarnya ingin menjawab 3 tiga pertanyaan strategis menyangkut HT dan ide-idenya.

Kedua, mengapa HT perlu mengadopsi berbagai pemahaman mafahim keislaman yang khas baginya? Ketiga, apa saja pemahaman-pemahaman Islam yang telah diadopsi HT guna membangkitkan umat Islam?

HT muncul dalam realitas dimaksudkan untuk menjadi gerakan alternatif setelah gagalnya berbagai gerakan Islam untuk membangkitkan umat dari kemerosotannya. Dalam kitab Mafahim diuraikan tiga sebab utama kegagalannya hal. Misalnya, fikrah mereka campur aduk antara pemikiran Islami dan filsafat Yunani. Kedua, adanya ketidakjelasan thariqah metode Islami untuk menerapkan fikrahnya.

Misalnya, ingin menegakkan syariah dalam kehidupan masyarakat tapi thariqahnya non-politis tanpa Daulah Islamiyah seperti mendirikan pesantren, sekolah, dan sebagainya. Ketiga, tidak adanya ikatan solid antara fikrah dan thariqahnya sebagai satu kesatuan yang tak terpisahkan. Misalnya, mengkaji hukum fikrah seperti hukum nikah, tapi melalaikan hukum thariqah untuk menerapkan hukum nikah itu, yaitu hukum-hukum Khilafah.

Ingat, wali hakim dalam nikah itu seharusnya adalah khalifah atau yang mewakilinya. Karena tiga sebab utama itu, dan sebab-sebab lainnya yang memperburuk keadaan umat di abad ke dan ke M hal. Benar bahwa gerakan-gerakan tersebut telah meninggalkan pengaruh sampai batas tertentu, namun semuanya tidak berhasil membangkitkan umat atau mencegah umat agar tidak terus mengalami kemerosotan.

Berdasarkan kenyataan inilah, HT lahir dari rahim umat untuk menjadi gerakan alternatif setelah kegagalan berbagai gerakan Islam untuk mmembangkitkan umat dari kemerosotannya sejak abad ke M.

Padahal, sebagaimana sudah dimaklumi, perilaku manusia suluk al-insan itu dipengaruhi oleh pemahamannya. Kelemahan dalam memahami Islam, dengan sendirinya, akan membuat sikap dan perilaku umat menjadi lemah pula dalam menjalani kehidupan, yaitu merosot dari kondisinya yang seharusnya.

Umat Islam akhirnya hidup terjajah oleh negara-negara penjajah yang kafir dalam sistem kehidupan sekuler. Kelemahan pemahaman itu terjadi sejak lama, yaitu sejak abad ke-2 H hingga detik ini, baik karena faktor internal maupun faktor eksternal. Faktor-faktor ini yang menonjol adalah : 1 Transfer filsafat India, Persia, dan Yunani pada abad ke-2 H ke tubuh umat Islam dan adanya upaya untuk mencari titik temunya dengan Islam, padahal sebenarnya terdapat kontradiksi tajam antara Islam dan filsafat; 2 Adanya manipulasi berbagai pemikiran dan hukum Islam oleh orang-orang yang dengki terhadap Islam; 3 Adanya pengabaian bahasa Arab yang sesungguhnya mutlak perlunya untuk memahami dan mengamalkan Islam, termasuk untuk berijtihad guna mengatasi masalah-masalah baru.

Ini terjadi pada abad ke-7 H. Dampak berbagai faktor yang mengaburkan di atas, membuat benak kaum muslimin bagaikan bejana yang penuh dengan aneka macam air yang campur aduk, antara yang suci dan najis. Dalam benak umat ada pemahaman wajibnya menerapkan syariah, tapi mungkin itu bercampur aduk dengan paham sekularisme, demokrasi, nasionalisme, dan liberalisme kebebasan dari Barat yang justru melemahkan atau memusnahkan syariah.

Atau mungkin bercampur dengan konsep yang mengatakan bolehnya perubahan hukum Islam disesuaikan waktu dan tempat. Walhasil, kalau pemahaman diumpamakan air, berarti benak umat telah terisi dengan campuran antara air yang suci dan menyucikan pemahaman sahih dengan air yang suci tapi tidak menyucikan pemahaman lemah dan dengan air yang terkena najis pemahaman batil. Dengan pemahaman yang amburadul dan kacau balau seperti ini, wajar jika umat Islam mengalami kemunduran yang drastis.

Maka dari itu, HT melihat adanya keharusan untuk memperbarui pemahaman umat Islam itu guna membangkitkan kembali umat dari kemerosotannya. Caranya ialah dengan mengadopsi sejumlah pemahaman Islam yang murni, yang bebas dari unsur-unsur yang mengaburkan atau mengotorinya. Pemahaman Islam yang murni ini bagaikan air yang suci lagi menyucikan. Tidak ada di dalamnya sesuatu pun yang tidak Islami dan tidak terpengaruh pula oleh segala sesuatu yang tidak Islami.

Sebaliknya ia adalah Islami semata, tidak bersandar kecuali kepada pokok-pokok ajaran Islam dan nash-nashnya. Sebelum dijelaskan, perlu dipahami bahwa berbagai pemahaman HT ini benar-benar bernuansa tajdid yang amat kuat. Inilah kiranya ciri khas dan keunggulan kitab Mafahim ini. Jadi selalu ada upaya korektif terhadap pemikiran kontemporer yang batil atau lemah dan pada saat yang sama ada tawaran pemikiran sahih yang lebih unggul sebagai alternatifnya.

Misalnya, HT telah menjelaskan bahwa hukum Islam tidak berubah sesuai waktu dan tempat hal. Pada saat yang sama, HT memberi tawaran pemahaman baru yang benar, bahwa yang berubah sebenarnya adalah urf adat , bukan hukum Islamnya itu sendiri. Sedangkan perubahan urf, tidak dapat mempengaruh status hukum, sebab urf bukan dalil hukum dan bukan pula illat hukum.

Adapun pemahaman-pemahaman Islami yang dijelaskan HT dalam kitab Mafahim ini, berfokus pada 3 tiga pemahaman, yaitu pemahaman yang terkait dengan : 1 Aqidah Islam, 2 Syariah Islam, 3 Dakwah Islam. Berikut sekilas uraiannya masing-masing. Aqidah Islam menjelaskan bahwa sebelum adanya manusia, alam semesta, dan kehidupan, telah ada lebih dulu Allh SWT sebagai al-Khaliq bagi ketiganya.

Aqidah Islam juga menjelaskan bahwa setelah tiadanya manusia, alam semesta, dan kehidupan nanti, akan ada Hari Kiamat yang sekaligus juga Hari Perhitungan Yaumul Hisab. Karena itu, manusia wajib menjalani kehidupan dunia ini sesuai perintah-perintah Allah dan larangan-larangan-Nya. Sebab Allah sajalah yang menciptakannya dan memberinya sejumlah perintah Allah dan larangan; dan pada Hari Kiamat nanti manusia akan dihisab mengenai keterikatannya dengan segala perintah dan larangan Allah itu hal.

Namun, sebagaimana kitab Nizham al-Islam, Aqidah Islam yang diterangkan HT ini lalu dikaitkan dengan pemikiran kontemporer, tidak diasingkan atau dijauhkan darinya. Maka, pembahasan Aqidah Islam ini segera saja dilanjutkan dengan pembahasan integrasi aspek material dan spiritual mazjul maadah bi ar-ruh hal.

Artinya, memisahkan aspek material perbuatan manusia dengan aspek spiritual kesadaran manusia dalam beragama. Dalam realitasnya, aqidah sekularisme lalu menghasilkan pemisahan agama dari negara, seperti yang terjadi saat ini. Syariah Islam Pembahasan Syariah Islam dalam kitab Mafahim ini intinya, syariah itu ada untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, bukan untuk kenikmatan berpikir seperti filsafat. Maka harus ada formalisasi syariah dalam wadah Darul Islam hal. Selain itu, kitab Mafahim ini juga menjelaskan pemahaman HT seputar syariah.

Misalnya bahwa hukum-hukum mengenai ibadah, makanan, minuman, dan akhlaq tidak didasarkan pada illat alasan hukum , tapi didasarkan pada nash semata. HT juga meluruskan banyak kesalahpahaman umat mengenai syariah. Misalnya, kesalahpahaman mengenai prinsip kelayakan syariah untuk setiap waktu dan tempat. Maknanya bukanlah syariah itu dapat berubah dan menyesuaikan diri pada segala waktu dan tempat, melainkan syariah dapat memberikan jawaban masalah manusia di setiap waktu dan tempat hal.

HT juga meluruskan kesalahpahaman umat yang memisahkan hukum fikrah dan thariqah sebagaimana sudah dicontohkan di atas hal.

Dakwah Islam Pembahasan dakwah Islam di sini dimaksudkan untuk menjelaskan metode mencapai kekuasaan untuk melanjutkan kehidupan Islam dan mengemban dakwah Islam ke seluruh dunia.

Dijelaskan juga perbedaan dakwah kepada Islam dan dakwah untuk melanjutkan kehidupan Islam. Sedang yang kedua, dijalankan oleh kelompok dakwah melalui jalan dakwah mengacu kepada aktivitas Rasulullah SAW di Makkah hal.

Pada bagian akhir hal. Karena itu, HT berjuang untuk membebaskan negeri-negeri Islam dari penjajahan dalam segala bentuknya, hingga berhasil melanjutkan kehidupan Islam dengan mendirikan Khilafah yang akan mengemban risalah Islam ke seluruh dunia dengan jalan jihad fi sabilillah.

ZEUS ENGINEERING HANDBOOK PDF

MAFAHIM HIZBUT TAHRIR

History[ edit ] Islam has been established in Central Asia for centuries, starting with the Battle of Talas in Two Islamic institutes with a very distorted and shortened curriculum began again from on a tiny scale. Education in Arabic continued only in secret or after a thorough period of government scrutiny at the Oriental Institutes of Moscow, Leningrad and a few other places. As a result, the ulema diminished substantially; for example, in Bukhara, the number went down from 45, at the time of the Russian revolution to 8, in With time it has spread to among other ethnic groups in the rest of Kyrgyzstan, Tajikistan and Kazakhstan. Relatives of the imprisoned, especially women, are particularly easy to recruit.

BERNARDELLI HAMMERLESS PISTOL PDF

Mafahim Hizbut Tahrir

Sekalipun telah dilakukan berbagai upaya untuk membangkitkannya kembali atau setidaknya mencegah agar kemerosotan dan kemundurannya tidak berlanjut terus, akan tetapi tidak satupun upaya-upaya tersebut membuahkan hasil. Sementara itu, dunia Islam masih tetap berada dalam kebingungan di tengah-tengah kegelapan akibat kekacauan dan kemundurannya, dan masih terus merasakan pedihnya keterbelakangan dan berbagai goncangan. Sebab-sebab kemunduran dunia Islam ini dapat kita kembalikan kepada satu hal, yaitu lemahnya pemahaman umat terhadap Islam yang amat parah, yang merasuk ke dalam pikiran kaum Muslim secara tiba-tiba. Ini berawal tatkala bahasa Arab mulai diremehkan peranannya untuk memahami Islam sejak awal abad VII Hijriyah, sehingga kekuatan yang dimiliki bahasa Arab dengan kharisma Islam terpisah. Selama kekuatan yang dimiliki bahasa Arab tidak disatukan dengan kharisma Islam, yaitu dengan cara menempatkan bahasa Arab —yang merupakan bahasa Islam— sebagai unsur yang sangat penting yang tidak terpisahkan dari Islam, maka kemunduruan itu akan tetap melanda kaum Muslim.

Related Articles